Cara Membuat Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi

August 9, 2022 by No Comments

Pandemi akibat virus covid-19 ternyata menjadikan pertumbuhan ekonomi naik cukup pesat. Hal ini tentunya cukup membawa dampak bagi pembangunan infrastruktur dalam negeri. Adanya peluang berbisnis dalam bidang konstruksi, kini banyak dimanfaatkan sebagian orang untuk memulai usahanya.

 

Perkembangan Jasa Konstruksi di Indonesia

Kenaikan yang cukup tinggi pada bidang usaha jasa konstruksi, tentunya sangat membantu masyarakat sekitar dalam hal infrastruktur. Peningkatan yang hampir mencapai 8% pada pembangunan dalam negeri, merupakan sebuah nilai yang cukup berarti untuk kemajuan.

Hal ini menandakan bahwa dalam bidang usaha jasa konstruksi di Indonesia lebih meningkat. Menurut blog informasi hukum justika sesuai data yang diperoleh dari LPJKN (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional) memberi ulasan bahwa sejak 2015-2018 ada lebih dari 400 usaha berkembang.

Pertumbuhan yang cukup besar inilah yang menyebabkan banyaknya peminat usaha jasa pada bidang konstruksi. Akan tetapi dalam perkembangannya, pengusaha yang hendak memulai bisnis pada sektor itu, diharuskan agar mengetahui prosedur perizinan serta hal-hal lain sesuai dengan aturan hukum.

Cara Membuat Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi

Cara Membuat Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi

Surat izin usaha jasa konstruksi atau yang biasa disebut dengan SIUJK, merupakan keterangan wajib bagi semua pengusaha sektor ini. Adanya kepemilikan hal itu menjadikan sebuah perusahaan yang bergerak dianggap sesuai kualifikasi, layak serta mampu dalam pengerjaan proyek.

Kualifikasi dalam SIUJK juga dibagi menjadi beberapa cabang. Hal itu ditujukan guna menghindari adanya penyalahgunaan ADP (Anggaran Dasar Perusahaan) yang diberikan oleh pemerintah. Adapun surat ini dapat dibuat dengan cara mengajukan persyaratan pada LPJKN langsung atau lewat notaris.

Pembagian Proyek dalam Jasa Konstruksi

LPJKN (Lembaga Pembangunan Jasa Konstruksi Nasional) juga telah membagi proyek dalam beberapa jenis. Berguna untuk lebih memudahkan menempatkan perusahaan sesuai dengan kemampuan yang dapat dikerjakan. Adapun ulasan singkat pembagiannya adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan dengan bentuk CV (Persekutuan Komanditer) menempati kualifikasi K1 dan K2
  • Perusahaan dengan bentuk PT (Perseroan Terbatas) menempati kualifikasi B1, B2, M1, M2, dan K3
  • Perusahaan dengan bentuk PMA (Penanaman Modal Asing) menempati kualifikasi B2

Macam-macam Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi

Selain pembagian kualifikasi yang dilakukan, SIUJK juga memiliki beberapa macam. Berdasarkan SBUJK (Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi) di Indonesia ada 3 surat izin yang didasarkan pada bentuknya. Adapun keterangan surat perizinan bisnis ini antara lain:

Berbentuk Nasional

Izin usaha jasa konstruksi dengan bentuk nasional, digunakan sebagai sarana bantuan dalam pelaksanaan sektor satu ini. IUJK yang memiliki taraf dalam negeri ini juga disahkan dan diterbitkan oleh pihak Kota/Kabupaten sesuai wilayah lokasi perusahaan.

Sertifikasi ini diberikan pada pelaku jasa konstruksi yang telah mendaftarkan perusahaannya kepada pemerintahan Kota/Kabupaten. Adapun pemilik bisnis dengan sektor ini dalam pengajuannya, dapat dilakukan langsung atau lewat notaris pada Bupati/Walikota setempat.

Berbentuk PMA (Penanaman Modal Asing) dan BUJKA

Izin usaha jasa konstruksi yang berbentuk PMA diajukan kepada pihak BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Surat ini ditujukan bagi pengusaha asing atau luar negeri yang ingin melakukan kegiatan tersebut di wilayah Indonesia.

Surat izin BUJKA (Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing) diberikan kepada perusahaan yang ada dalam luar negeri dan memiliki kantor wakil di Indonesia. Keterangan ini diterbitkan dari pihak Kemen PU (Kementerian Pekerjaan Umum) dan digunakan sebagai sarana legalitas dalam bidang tersebut.

 

Demikian sedikit ulasan mengenai pembuatan surat izin usaha jasa konstruksi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat bagi Anda dalam mengembangkan bisnis pembangunan tersebut.