Ketahui Sistem Kerja IPAL Puskesmas dan Hal yang Harus Dilakukan untuk Merawatnya

September 6, 2022 by No Comments

Bisa dikatakan bahwa, Puskesmas yang memiliki IPAL dapat dikategorikan sebagai Puskesmas yang baik. Saluran instalasi pembuangan air limbah, sebisa mungkin dibangun untuk memberi contoh tentang pelestarian lingkungan yang benar pada masyarakat. Namun, perlu diketahui mengenai proses IPAL Puskesmas serta cara merawatnya.

 

Proses Sistem Kerja IPAL Puskesmas

Pada saat IPAL sedang digunakan secara maksimal, IPAL melewati banyak proses pengolahan. Secara garis besar, sistem kerja IPAL memiliki 3 proses utama; awal, menengah, dan akhir. Begitulah IPAL bekerja dan beroperasi. Secara singkat, inilah proses kerja sistem saluran instalasi pembuangan air limbah.

1. Proses Awal

Dalam proses awal mengolah air limbah, hal yang pertama dilalui adalah penyaringan. Limbah air yang dihasilkan oleh Puskesmas, mengandung beberapa zat dan juga lemak jenuh yang berbahaya. Untuk itu, sangat penting untuk menyaring air terlebih dahulu sebelum diproses menuju tempat selanjutnya.

Proses penyaringan ini dilakukan di dalam kotak yang diberi ijuk. Bahan ijuk yang kaku dapat diandalkan menjadi saringan limbah yang ketat. Kotoran akan tersangkut sedangkan air akan terus melaju. Dalam IPAL Puskesmas yang baik, penyaringan ijuk ini sebaiknya dilakukan dua kali.

2. Proses Kedua

Selanjutnya adalah proses kedua. Pada proses ini limbah yang telah melalui penyaringan, akan melaju menuju ke kotak lain. Air dipompa bersamaan, sehingga berkumpul dalam suatu bak. Dalam bak ini, telah diisi kaporit yakni senyawa yang berfungsi untuk memfilterisasi air limbah.

Seperti yang diketahui, kaporit dikenal memiliki kandungan yang bisa diandalkan untuk membunuh bakteri dalam air. Jadi, menambahkan kaporit bertujuan untuk mematikan bakteri dan seluruh zat kotor yang ada di air. Hasilnya, air bisa ditingkatkan menjadi lebih bersih lagi.

3. Proses Akhir

Setelah melalui proses tengah yang cukup lama, kini sampailah pada proses yang terakhir. Apabila ditelaah, proses akhir ini terkesan lebih santai dari dua proses sebelumnya. Untuk proses ini, air hanya perlu dilihat apakah proses pengolahannya sudah berhasil atau belum. 

Jadi, pada proses terakhir, air yang sudah diberi kaporit akan dimasukkan ke dalam bak lain yang berisi ikan kepala timah. Apabila ikan masih hidup dengan baik, itu berarti air sudah kembali bersih. Dengan begitu, air sudah aman untuk dibuang.

 

Hal yang Harus Dilakukan untuk Merawat Saluran IPAL

Saluran IPAL Puskesmas bisa jadi dipakai dan beroperasi setiap hari. Untuk itu, sangat penting untuk menjaga dan merawatnya. Tentu saja agar IPAL tetap awet dan bisa terus sehat beroperasi. Berikut ini hal yang harus dilakukan untuk merawat saluran IPAL:

  • Memantau debit air. Poin ini harus dilakukan setiap hari sebisa mungkin. Banyak sedikitnya debit air, sangat berpengaruh untuk proses pembersihan limbah air. Apabila debit air sudah berkurang, maka langsung tambahkan airnya.
  • Mengecek dan mengisi ulang bakteri. Hal ini juga harus rutin dilakukan. Bakteri merupakan salah satu komponen terpenting dalam seluruh proses. Jadi, mengecek bakteri setiap hari juga wajib dilakukan agar proses filterisasi tetap terjaga.
  • Membersihkan alat filter. Kebersihan filter juga sangat penting, alat filter selalu digunakan dalam setiap proses. Untuk itu, alat filter ini harus terus terjaga tetap bersih dan jauh dari kotoran.

 

Demikian uraian tentang bagaimana proses IPAL Puskesmas bekerja dan juga cara merawatnya. Sejak IPAL menjadi hal yang dibutuhkan instansi Puskesmas, saat itulah IPAL juga harus terus dipantau kebersihannya. Ini semua dilakukan agar kebersihan lingkungan terus terjaga.